KENDARI – Universitas Mandala Waluya mencatat prestasi gemilang di tingkat nasional setelah tiga mahasiswanya berhasil menjuarai Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Jakarta, pada akhir pekan lalu. Pencapaian tersebut menandai komitmen institusi dalam mendorong ekosistem inovasi yang berkelanjutan melalui Sentra Inovasi Kampus (SIK) yang berfungsi sebagai wadah pengembangan ide-ide cemerlang mahasiswa.
Tim mahasiswa Universitas Mandala Waluya yang meraih penghargaan tertinggi dalam kategori Inovasi Teknologi Ramah Lingkungan ini terdiri dari Reza Pratama (mahasiswa Program Studi Teknik Informatika), Siti Nurhaliza (Program Studi Teknik Mesin), dan Muhammad Rizki Saputra (Program Studi Teknik Sipil). Mereka memenangkan kompetisi dengan menghadirkan inovasi sistem manajemen air limbah terintegrasi berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang khusus untuk mengatasi permasalahan pencemaran air di daerah perkotaan dan kawasan industri.
Kompetisi bergengsi tersebut menghadirkan peserta dari 127 universitas terkemuka di seluruh Indonesia, dengan total 612 tim yang berlomba dalam berbagai kategori inovasi. Penetapan juara dilakukan melalui serangkaian seleksi yang ketat, mulai dari tahap submisi proposal, presentasi virtual, hingga demonstrasi langsung produk di hadapan juri internasional yang terdiri dari akademisi dan praktisi di bidang inovasi dan teknologi.
Riwayat Perjalanan Tim hingga Juara Nasional
Perjalanan menuju kemenangan nasional dimulai sejak enam bulan sebelumnya ketika ketiga mahasiswa ini bertemu di fasilitas Sentra Inovasi Kampus Universitas Mandala Waluya. Sentra Inovasi Kampus, yang diresmikan pada tahun 2024, telah berkembang menjadi hub kreatif dengan peralatan laboratorium canggih, ruang kolaborasi, dan tim mentor berpengalaman yang siap membimbing mahasiswa dalam mengembangkan ide-ide inovatif mereka.
Reza Pratama menjelaskan bagaimana ide awal proyek mereka lahir dari pengamatan mendalam terhadap kondisi lingkungan Kendari dan sekitarnya. “Kami melihat banyak industri kecil dan menengah di Kendari yang kesulitan mengelola limbah cair mereka secara efisien. Permasalahan ini tidak hanya berdampak pada kualitas air, tetapi juga kesehatan masyarakat sekitar,” tutur Reza dalam wawancara eksklusif dengan media kampus pada Selasa, (02/04/2026).
Sistem yang mereka ciptakan, yang diberi nama “AquaGuard IoT System,” menggabungkan sensor pintar, platform analitik data berbasis cloud, dan aplikasi mobile untuk memantau dan mengoptimalkan proses pengolahan air limbah secara real-time. Inovasi ini mampu mengurangi konsumsi energi hingga 40 persen dan meningkatkan efisiensi pemisahan limbah hingga 85 persen dibandingkan dengan sistem konvensional.
Siti Nurhaliza, yang bertanggung jawab atas desain sistem mekanis, menambahkan bahwa prototipe pertama mereka mengalami banyak kendala teknis. “Kami sempat merasa ingin menyerah ketika prototipe ketiga gagal dalam uji coba lapangan. Namun, dukungan dari mentor kami di Sentra Inovasi Kampus, yaitu Dr. Budi Santoso, memberikan kami semangat untuk terus berinovasi dan mencari solusi alternatif,” ungkap Siti dengan penuh rasa syukur.
Muhammad Rizki Saputra, yang menangani aspek implementasi lapangan dan aspek sustainability, menceritakan bagaimana pengalaman mereka bertemu dengan pelaku usaha nyata memberikan wawasan berharga. “Kami melakukan survei langsung ke 15 industri tekstil dan pengolahan makanan di Kendari untuk memahami kebutuhan spesifik mereka. Feedback dari mereka sangat membantu kami menyempurnakan desain sistem kami,” jelas Rizki.
Peran Krusial Sentra Inovasi Kampus dalam Pencapaian Ini
Keberhasilan tim mahasiswa Universitas Mandala Waluya tidak terlepas dari peran signifikan Sentra Inovasi Kampus, yang telah menyediakan infrastruktur lengkap dan ekosistem pendukung inovasi yang kondusif. Fasilitas yang tersedia mencakup laboratorium mikro-elektronika, ruang prototyping dengan peralatan 3D printer dan CNC, serta area co-working yang dilengkapi dengan internet berkecepatan tinggi dan akses ke database penelitian internasional.
Kepala Sentra Inovasi Kampus, Dr. Rina Wijayanti, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian tersebut. “Prestasi ini membuktikan bahwa komitmen Universitas Mandala Waluya dalam membangun ekosistem inovasi yang inklusif dan berbasis pada solusi permasalahan nyata masyarakat telah membuahkan hasil yang luar biasa. Kami tidak hanya mendorong mahasiswa untuk berinovasi secara akademis, tetapi juga untuk menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang signifikan,” ungkap Dr. Rina dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Aula Utama Kampus Mandala Waluya, Kendari, Rabu pagi (02/04/2026).
Dr. Rina juga menjelaskan bahwa proses pembimbingan tim pemenang melibatkan kolaborasi lintas disiplin ilmu. “Tim mahasiswa kami dipandu oleh empat orang mentor spesialis dari berbagai bidang – Dr. Budi Santoso untuk aspek sistem informasi, Dr. Suwardi untuk desain mekanis, Ir. Hendra Kusuma untuk aspek teknik sipil dan implementasi, serta Dr. Lestari Handoko untuk sustainability assessment,” tambahnya.
Pengakuan dari Pimpinan Universitas
Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. H. Zainudin Majid, M.Sc., mengapresiasi prestasi mahasiswanya dalam sambutan khusus. “Peraihan juara nasional ini menunjukkan bahwa Universitas Mandala Waluya telah berhasil menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap permasalahan sosial dan lingkungan. Sebagai universitas yang berkomitmen pada keberlanjutan dan inovasi, kami bangga memiliki mahasiswa seperti mereka,” ujar Prof. Zainudin dalam pernyataan resmi yang diterima media kampus.
Lebih lanjut, Rektor Universitas Mandala Waluya menyatakan bahwa prestasi ini akan menjadi momentum untuk memperkuat investasi pada infrastruktur dan sumber daya manusia di Sentra Inovasi Kampus. “Kami akan mengalokasikan dana tambahan sebesar Rp 2,5 miliar untuk pengembangan laboratorium dan recruitment mentor baru di tahun akademik 2026/2027,” ungkap Prof. Zainudin dengan penuh optimisme.
Hadiah dan Pengakuan Publik
Tim pemenang menerima hadiah uang tunai sebesar Rp 250 juta, sertifikat penghargaan resmi dari Kemendikbudristek, dan kesempatan untuk mempresentasikan inovasi mereka di forum internasional Innovation Summit Asia 2026 yang akan diadakan di Singapura pada bulan Oktober mendatang. Selain itu, mereka juga mendapatkan penawaran untuk mengembangkan prototipe sistem mereka menjadi produk komersial dengan dukungan inkubator bisnis teknologi nasional.
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Pengabdian Masyarakat, Dr. Ir. H. Bambang Suryanto, M.Eng., Ph.D., menambahkan bahwa pengakuan nasional ini membuka peluang baru bagi mahasiswa untuk melanjutkan penelitian ke jenjang yang lebih tinggi. “Kami sudah menjalin komunikasi dengan beberapa universitas top dunia untuk memberikan kesempatan kepada ketiga mahasiswa ini untuk melanjutkan studi ke program magister dengan focus pada inovasi berkelanjutan,” kata Dr. Bambang dalam diskusi khusus dengan media.
Dampak Sosial dan Ekonomi yang Diharapkan
Keberhasilan tim mahasiswa Universitas Mandala Waluya juga membuka peluang untuk implementasi sistem AquaGuard IoT di berbagai sektor industri di Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara. Beberapa industri pengolahan di Kendari sudah menunjukkan minat untuk melakukan uji coba sistem ini secara full-scale dalam enam bulan ke depan.
Direktur Asosiasi Industri Pengolahan Sulawesi Tenggara, H. Syamsuddin, M.B.A., mengungkapkan antusiasmenya terhadap inovasi ini. “Sebagai seorang pengusaha industri, saya sangat tertarik dengan sistem yang dikembangkan mahasiswa Universitas Mandala Waluya ini. Inovasi ini tidak hanya membantu kami mengatasi permasalahan limbah, tetapi juga dapat menurunkan biaya operasional secara signifikan. Kami bersedia menjadi mitra implementasi pertama,” ujar Syamsuddin dalam obrolan santai dengan tim mahasiswa pada acara networking yang diadakan Sentra Inovasi Kampus.
Ekosistem Inovasi yang Terus Berkembang
Pencapaian tim mahasiswa Universitas Mandala Waluya ini juga mencerminkan perkembangan ekosistem inovasi yang semakin matang di institusi tersebut. Sejak diluncurkannya Sentra Inovasi Kampus pada tahun 2024, universitas ini telah berhasil menghasilkan 23 prototipe inovasi yang didaftarkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), dan tiga di antaranya telah mendapatkan paten.
Data menunjukkan bahwa partisipasi mahasiswa dalam kegiatan inovasi di Sentra Inovasi Kampus meningkat sebesar 156 persen dalam dua tahun terakhir. Saat ini, lebih dari 340 mahasiswa dari berbagai program studi aktif mengikuti workshop, pelatihan, dan mentoring di sentra tersebut.
“Kami juga telah menjalin kemitraan dengan 12 perusahaan teknologi terkemuka dan 8 lembaga penelitian untuk memberikan dukungan teknis dan pembiayaan bagi mahasiswa yang memiliki ide-ide brilian,” tambah Dr. Rina Wijayanti.
Pesan Inspiratif untuk Mahasiswa Lainnya
Ketiga mahasiswa pemenang mengajak mahasiswa Universitas Mandala Waluya lainnya untuk tidak takut mengambil risiko dan mencoba ide-ide baru. “Kesuksesan kami dimulai dari keberanian untuk mencoba dan ketekunan dalam menghadapi kegagalan. Sentra Inovasi Kampus kami memberikan semua dukungan yang diperlukan, yang tinggal kita lakukan adalah ambil inisiatif dan mulai bermimpi besar,” tutur Reza Pratama dalam kesempatan memotivasi junior-junior mahasiswa di kantin Universitas Mandala Waluya.
Siti Nurhaliza juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu. “Tidak ada inovasi besar yang dihasilkan oleh satu orang atau satu bidang ilmu saja. Kami sukses karena kami berani untuk saling belajar dan berkolaborasi dengan teman-teman dari berbagai program studi,” katanya dengan percaya diri.
Kesimpulan dan Prospek Masa Depan
Prestasi yang diraih tim mahasiswa Universitas Mandala Waluya dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional 2026 ini menandai bukti nyata bahwa universitas lokal mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, mentor berpengalaman, dan ekosistem inovasi yang kondusif, Universitas Mandala Waluya telah membuktikan diri sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga inovator-inovator muda yang peduli dengan keberlanjutan lingkungan dan kemajuan sosial masyarakat.
Ke depannya, institusi ini berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas inovasi yang dihasilkan melalui Sentra Inovasi Kampus, dengan target menghasilkan minimal 10 inovasi terakreditasi per tahun dalam lima tahun ke depan. Pencapaian tim mahasiswa ini diharapkan dapat menginspirasi generasi penerus untuk terus berinovasi dan menciptakan solusi-solusi cerdas bagi permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat Indonesia.
—
[Berita ini ditulis oleh Humas Universitas Mandala Waluya pada 02 April 2026]