KENDARI — Universitas Mandala Waluya melalui Sentra Inovasi Kampusnya secara resmi meluncurkan program beasiswa dan bantuan pendidikan terpadu yang dirancang untuk meningkatkan aksesibilitas pendidikan berkualitas bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu. Program ini, yang diberi nama “Mandala Beasiswa Aksesibilitas 2026” (MBA 2026), diumumkan pada Senin, 20 April 2026, dengan total alokasi dana mencapai 15 miliar rupiah untuk tahun akademik 2026-2027.
Peluncuran program ini menjadi momentum penting bagi Universitas Mandala Waluya dalam memperkuat komitmennya terhadap pembangunan sumber daya manusia yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah Sulawesi Tenggara. Sentra Inovasi Kampus, sebagai unit yang bertanggung jawab mengembangkan program-program strategis, menjadi pelopor inisiatif beasiswa multivarian yang mengintegrasikan pendekatan berbasis kebutuhan, prestasi akademik, dan potensi kepemimpinan.
Menurut data yang dirilis oleh Humas Universitas Mandala Waluya, program beasiswa ini mencakup lima kategori utama, yakni Beasiswa Penuh untuk Mahasiswa Berprestasi Akademik Ekselen, Beasiswa Parsial untuk Mahasiswa Berprestasi dengan Keterbatasan Ekonomi, Beasiswa Penelitian dan Inovasi, Beasiswa Pengabdian Masyarakat, serta Beasiswa Kesehatan dan Keselamatan untuk Mahasiswa dengan Kondisi Khusus. Setiap kategori memiliki target penerima yang berbeda-beda, dengan prioritas utama diberikan kepada mahasiswa dari keluarga dengan penghasilan di bawah rata-rata kabupaten Kendari.
“Kami menyadari bahwa talenta sejati tidak mengenal latar belakang ekonomi,” ujar Prof. Dr. Ir. Bambang Suryanto, Rektor Universitas Mandala Waluya, dalam acara peluncuran yang diadakan di Auditorium Sentra Inovasi Kampus. “Program MBA 2026 ini adalah bentuk komitmen nyata universitas untuk memastikan bahwa setiap mahasiswa, tanpa memandang kondisi ekonomi mereka, memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan berkualitas dan mengembangkan potensi diri mereka sepenuhnya.”
Rektor Bambang Suryanto menambahkan bahwa program beasiswa ini bukan sekadar penyaluran dana, melainkan investasi strategis dalam pembangunan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan. Universitas Mandala Waluya percaya bahwa dengan memberikan akses pendidikan yang lebih luas, institusi dapat berkontribusi signifikan dalam pengurangan kesenjangan sosial dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Kendari dan sekitarnya.
Dalam konteks yang lebih spesifik, Sentra Inovasi Kampus telah merancang mekanisme seleksi yang transparan dan objektif untuk memastikan alokasi beasiswa yang adil. Proses seleksi melibatkan tim yang terdiri dari akademisi, administrator, dan perwakilan dosen penasehat akademik. Kriteria penilaian mencakup analisis performa akademik, kondisi sosial ekonomi keluarga, rekomendasi dosen, serta potensi kepemimpinan yang ditunjukkan melalui kegiatan ekstrakurikuler dan pengabdian masyarakat.
“Kami menggunakan sistem penilaian holistik yang mempertimbangkan berbagai aspek kehidupan mahasiswa,” jelaskan Dr. Siti Nurhaliza, Direktur Sentra Inovasi Kampus Universitas Mandala Waluya. “Tidak hanya prestasi akademik yang kami lihat, tetapi juga karakter, integritas, dan komitmen mereka terhadap pengembangan diri dan kontribusi sosial. Pendekatan ini sejalan dengan visi universitas untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga menjadi agen perubahan positif di masyarakat.”
Data administratif yang dikumpulkan Sentra Inovasi Kampus menunjukkan bahwa pada tahun akademik sebelumnya, Universitas Mandala Waluya memiliki sekitar 8.500 mahasiswa aktif yang tersebar di berbagai program studi. Dari jumlah tersebut, diperkirakan 35 persen mahasiswa berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah. Program MBA 2026 ditargetkan dapat menjangkau minimal 1.200 mahasiswa dalam fase pertama implementasinya, atau setara dengan 14 persen dari total populasi mahasiswa.
Beasiswa Penuh, yang menjadi kategori unggulan dalam program ini, akan mencakup biaya kuliah, akomodasi, buku pelajaran, dan tunjangan bulanan. Kategori ini dikhususkan bagi 100 mahasiswa terbaik dari seluruh jenjang akademik yang membuktikan prestasi luar biasa dalam akademik dan memiliki keterbatasan ekonomi. Setiap penerima Beasiswa Penuh akan menerima paket bantuan senilai 150 juta rupiah per tahun akademik.
Sementara itu, Beasiswa Parsial ditujukan untuk 400 mahasiswa dengan prestasi akademik baik dan kondisi ekonomi menengah. Paket ini mencakup subsidi 50 persen biaya kuliah dan tunjangan bulanan sebesar 1 juta rupiah. Kategori Beasiswa Penelitian dan Inovasi, yang dialokasikan 2 miliar rupiah, akan mendukung 80 mahasiswa yang terlibat dalam proyek penelitian dan inovasi dengan dampak sosial yang nyata.
Beasiswa Pengabdian Masyarakat adalah kategori baru yang mengakui kontribusi mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan sosial dan pengabdian kepada masyarakat. Program ini akan membiayai 250 mahasiswa dengan dana 500 ribu rupiah per bulan. Terakhir, Beasiswa Kesehatan dan Keselamatan, dengan alokasi 1,2 miliar rupiah, akan memberikan dukungan khusus kepada 150 mahasiswa dengan kondisi kesehatan kronis atau penyandang disabilitas untuk memastikan mereka dapat menjalani studi dengan nyaman.
Implementasi program MBA 2026 dimulai sejak bulan Mei 2026 dengan tahap penerimaan pendaftaran online melalui portal khusus yang telah disediakan oleh Universitas Mandala Waluya. Mahasiswa yang berminat dapat mendaftarkan diri melalui aplikasi resmi kampus dengan melampirkan dokumen-dokumen yang dipersyaratkan, termasuk surat rekomendasi dari dosen, bukti kondisi ekonomi keluarga, dan portofolio prestasi akademik serta non-akademik.
“Proses pendaftaran dirancang untuk semudah mungkin bagi mahasiswa,” ujar Ika Permata Sari, Ketua Tim Administrasi Beasiswa Sentra Inovasi Kampus. “Kami menyediakan panduan lengkap, workshop pengenalan program, dan tim support yang siap membantu mahasiswa mengisi formulir pendaftaran. Kami juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa dari semester sebelumnya untuk mengajukan permohonan beasiswa lanjutan dengan proses yang lebih sederhana.”
Berdasarkan hasil survei internal yang dilakukan Sentra Inovasi Kampus terhadap 500 mahasiswa Universitas Mandala Waluya, sebanyak 87 persen mahasiswa menyambut baik inisiatif beasiswa ini. Survei menunjukkan bahwa hambatan finansial menjadi tantangan utama bagi 62 persen responden dalam menjalani studi mereka. Responden juga mengharapkan adanya program pendampingan akademik dan pengembangan karir yang terintegrasi dengan paket beasiswa.
Merespons harapan mahasiswa tersebut, Universitas Mandala Waluya telah menyertakan komponen pendampingan akademik dalam program MBA 2026. Setiap penerima beasiswa akan mendapatkan akses ke program mentoring dengan dosen pembimbing akademik, sesi pengembangan keterampilan soft skills, dan bimbingan karir untuk mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja.
Dampak jangka panjang dari program MBA 2026 diharapkan dapat meningkatkan tingkat retensi mahasiswa, mengurangi angka putus kuliah akibat faktor ekonomi, dan meningkatkan rata-rata indeks prestasi komulatif mahasiswa secara keseluruhan. Universitas Mandala Waluya juga berencana untuk melakukan evaluasi berkala terhadap program ini untuk memastikan efektivitas dan relevansinya dengan kebutuhan mahasiswa serta kondisi pasar kerja.
“Kami tidak hanya ingin memberikan beasiswa, tetapi menciptakan ekosistem pembelajaran yang mendukung kesuksesan mahasiswa secara menyeluruh,” terang Prof. Dr. Ir. Bambang Suryanto. “Target kami adalah agar dalam lima tahun ke depan, Universitas Mandala Waluya dapat meningkatkan jumlah beasiswa ini hingga mencapai 25 persen dari total mahasiswa aktif, sehingga lebih banyak talenta terbaik dari berbagai latar belakang dapat bergabung dengan institusi kami.”
Selain itu, Sentra Inovasi Kampus juga mengembangkan kemitraan dengan berbagai lembaga keuangan, perusahaan swasta, dan organisasi nirlaba untuk memperluas sumber pendanaan beasiswa. Strategi ini diharapkan dapat memastikan keberlanjutan program dalam jangka panjang dan membuka peluang bagi sektor swasta untuk berkontribusi dalam pengembangan pendidikan tinggi di Kendari.
Program MBA 2026 menjadi bagian dari inisiatif besar Universitas Mandala Waluya dalam mewujudkan misi menjadi universitas terdepan dalam pengembangan inovasi dan pemberdayaan masyarakat di Sulawesi Tenggara. Dengan peluncuran program ini, diharapkan Kendari semakin dikenal sebagai pusat pendidikan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat lokal.
—
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Mandala Beasiswa Aksesibilitas 2026, mahasiswa dapat menghubungi Sentra Inovasi Kampus Universitas Mandala Waluya melalui email [email protected] atau mengunjungi laman resmi universitas.
Penulis: Tim Liputan Berita Kampus
Kendari, 20 April 2026